Home
Tue 07 Sep 2010

Jeratan Perjanjian Perdagangan Bebas

Jeratan Perjanjian Perdagangan Bebas

Jeratan Perjanjian Perdagangan Bebas

Konfrensi WTO Ke 7 ; Rejim Perdagangan Bebas

Konfrensi WTO Ke 7 ; Rejim Perdagangan Bebas

Konfrensi WTO Ke 7 ; Rejim Perdagangan Bebas

WTO Turn Around

WTO Turn Around

WTO Turn Around

Menggugat Perjanjian Kerjasama ASEAN-CHINA

Menggugat Perjanjian Kerjasama ASEAN - CHINA

Menggugat Perjanjian Kerjasama ASEAN-CHINA

Indonesia Tumbal Krisis Global

Global Justice Update Edisi 7 2009

Indonesia Tumbal Krisis Global

Indover ; Devisa Dan Pengkhianatan TKI

Indover, Devisa dan Pengkhiatan TKI

Indover ; Devisa Dan Pengkhianatan TKI

CAFTA Sebagai Momentum Instropeksi Nasional

Sejak diberlakukan Januari 2010, China-ASEAN Free Trade Agreem

CAFTA Sebagai Momentum Instropeksi Nasional
  • English
  • Bahasa Indonesia
banner300x72.png
banner300x250.png
WTO Turn Around PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Sunday, 07 February 2010
We Are Apologize, Currently This Artcle Has No Translation On English.
Pertarungan Negara Maju dan Berkembang
 
Bangkitnya kesadaran dari negara-negara berkembang dalam melakukan negosiasi dalam perudingan perdagangan bebas WTO ditandai dengan semakin alotnya dan bahkan buntunya proses perundingan.
 
Dua pertemuan pendahuluan yang dilakukan oleh Menteri Perdagangan Indonesia yang sekaligus sebagai ketua Delegasi Republik Indonesia (Delri) pada KTM-7 di Jenewa yaitu pertemuan dengan Kelompok G-20 dan pertemuan dengan Kelompok G-33 pada tanggal 29 November 2009 sebelum acara mengikuti  Acara Resmi Konferensi Tingkat Menteri WTO ke-7 yang diselenggarakan tanggal 30 November – 2 Desember 2009.
 
Pertemuan G-20 dipimpin oleh Brasil dengan topik utama yang dibicarakan adalah State of Play  dari Perundingan Putaran Doha WTO. Hasil pertemuan tersebut menghasilkan communiqué yang menekankan bahwa krisis ekonomi telah memberikan dampak yang serius terhadap perdagangan international yang ditunjukkan dengan semakin banyaknya praktek ‘proteksionisme’ yang dilakukan oleh Negara-negara maju  dengan bentuk  pemberian subsidi kepada petaninya.
 
Praktek ini jelas-jelas telah mendistorsi perdagangan dan merugikan petani –petani khususnya dinegara-negara berkembang. Inilah alas an kuat kata pemerintah ,mengapa  perwakilan pemerintah  kelompok G20 menginginkan Putaran Doha perlu diselesaikan !
 
Meskipun kita tahu bahwa G20 adalah merupakan kelompok informal antara para kepala negara-negara Maju dan berpenduduk besar seperti EU , US, India, China, Brazil Japan , Canada, dll, tetapi didalam kiprahnya mampu mempengaruhi  aktivitas atau kerja- kerja WTO sebagai Organisasi yang Formal dan sangat mengikat!
 
Secara teknis dan praktis  dapat diduga  G-20 tidak memahami secara pasti potensi dampak-dampak yang akan ditimbulkan dengan diselesaikannya Putaran Doha yang penuh dengan jebakan-jebakan bagi Negara Berkembang.   Skema ini hanya berdasarkan keputusan politis yang menihilkan pertimbangan pro nasional yang menilai untung rugi dari suatu perjanjian perdagangan internasional.
 
Tak heran jika pada saat yang bersamaan terjadi penolakan dari kubu organisasi  masyarakat yang telah memilih profesi sebagai pembela masyarakat petani yang akan paling terdepan dikorbankan.  Menurut pendapat mereka,  apapun yang akan dilakukan dalam konferensi tersebut adalah upaya memperkokoh cengkeramam  kapitalisme yang akan tetap melanggengkan cara-cara penghisapan yang dibungkus dalih pasar bebas.
 
Bagaimana hasil pertemuan dengan Kelompok G33 ? akankah juga hanya sebatas himbauan dan mohon pengertian  kepada yang Negara-negara  penguasa-penguasa perdagangan international seperti EU dan Amerika?
Tak sesekali pemerintah melalui Menteri Perdagangan atau Dirjennya menyampaikan kepada masyarakat “kalau tidak mau perdagangan bebas apakah kalian mau jadi seperti Korea Utara ?” itulah kalimat yang selalu didengungkan mereka dalam menanggapi desakan masyarakat atau LSM.
 
Sementara kalangan LSM dan gerakan pemerhati perdagangan bebas tak kalah cerdiknya dengan menunjukkan berbagai contoh suksesnya negara-negara yang tidak secara membabi buta menerapkan neoliberalisme. Adapun  gambaran tersebut adalah sebagai berikut:
 
< Prev   Next >

Polls

Perjanjian perdagangan bebas dengan negara maju membawa dampak positif bagi perkekonomian Indonesia
 

Artikel Populer

article thumbnailIs The Free Trade Solution for Indonesia?

Thursday, 08 January 2009 | Administrator

Pendahuluan Sejak munculnya masalah kenaikan BBM, macetnya pembayaran subprime mortgage sampai krisis keuangan Amerika Serikat yang dipicu oleh meningkatnya biaya...
>>>

Populer Lainnya

PAST ISSUES

article imageGlobal Justice Update, Tahun ke-7, Edisi 2, Juni 2009

Wednesday, 21 October 2009

We Are Apologize, Currently This Artcle Has No Translation On English. Berapa kali lagi Indonesia harus menjadi tumbal untuk menyelamatkan krisis bangsa lain? Sejarah mencatat, sepanjang...
>>>

article thumbnailGlobal Justice Update, Tahun ke-7, Edisi Khusus 2009

Thursday, 09 July 2009

We Are Apologize, Currently This Artcle Has No Translation On English. Neoliberalisme adalah mimpi buruk bagi kedaulatan negeri ini! Tak ada kemakmuran apalagi keadilan yang bisa...
>>>

INTERNASIONAL

article imageJeratan Perjanjian Perdagangan Bebas

Sunday, 07 February 2010

We Are Apologize, Currently This Artcle Has No Translation On English.   Tahun 2009, boleh dikatakan sebagai tahun...
>>>

article imageG-20 Sepakat Gelontorkan US$ 1,1 Triliun

Monday, 26 October 2009

We Are Apologize, Currently This Artcle Has No Translation On English. Para pemimpin dunia dari 20 negara (G-20) sepakat untuk memperpendek masa resesi ekonomi global dan menyelamatkan...
>>>

NATIONAL

article imageADB Komitmen Tambah Utang RI Hingga USD 1 Miliar

Monday, 26 October 2009

We Are Apologize, Currently This Artcle Has No Translation On English. JAKARTA - Bank Pembangunan Asia (ADB) berkomitmen menambah utang untuk Indonesia hingga USD 1 miliar. Dari...
>>>

article imageIndover, Exchange Reserves, and Betrayal on TKI

Thursday, 13 November 2008

  In the last few days, we have been taken aback by mass media releases that one of Bank Indonesia (BI) subsidiary operating in Netherlands has been badly affected by the...
>>>