Home
Tue
07
Sep 2010
Headlines
- 03/06/10: Gotong Royong Dalam Tekanan Rezim Global
- 01/06/10: Apakah Uni Eropa dan ASEAN Bisa Bersatu Melawan Krisis Ekonomi (?)
- 01/06/10: Laporan ASEM Development Conference II –Yogyakarta 26-27 May 2010
- 01/06/10: EU and ASEAN unite efforts against economic crisis
- 01/06/10: Seminar Asean-Europe People Forum-Institute for Global Justice
| WTO Turn Around |
|
|
|
| Written by Administrator | |
| Sunday, 07 February 2010 | |
|
We Are Apologize, Currently This Artcle Has No Translation On English.
Pertarungan Negara
Maju dan Berkembang
Bangkitnya
kesadaran dari negara-negara berkembang dalam melakukan negosiasi dalam perudingan
perdagangan bebas WTO ditandai dengan semakin alotnya dan bahkan buntunya
proses perundingan.
Dua
pertemuan pendahuluan yang dilakukan oleh Menteri Perdagangan Indonesia yang
sekaligus sebagai ketua Delegasi Republik Indonesia (Delri) pada KTM-7 di
Jenewa yaitu pertemuan dengan Kelompok G-20 dan pertemuan dengan Kelompok G-33
pada tanggal 29 November 2009 sebelum acara mengikuti Acara Resmi Konferensi Tingkat Menteri WTO
ke-7 yang diselenggarakan tanggal 30 November – 2 Desember 2009.
Pertemuan
G-20 dipimpin oleh Brasil dengan topik utama yang dibicarakan adalah State
of
Praktek
ini jelas-jelas telah mendistorsi perdagangan dan merugikan petani –petani
khususnya dinegara-negara berkembang. Inilah alas an kuat kata pemerintah
,mengapa perwakilan pemerintah kelompok G20 menginginkan Putaran Doha perlu
diselesaikan !
Meskipun
kita tahu bahwa G20 adalah merupakan kelompok informal antara para kepala negara-negara
Maju dan berpenduduk besar seperti EU , US, India, China, Brazil Japan , Canada,
dll, tetapi didalam kiprahnya mampu mempengaruhi aktivitas atau kerja- kerja WTO sebagai
Organisasi yang Formal dan sangat mengikat!
Secara
teknis dan praktis dapat diduga G-20 tidak memahami secara pasti potensi dampak-dampak
yang akan ditimbulkan dengan diselesaikannya Putaran
Tak
heran jika pada saat yang bersamaan terjadi penolakan dari kubu organisasi masyarakat yang telah memilih profesi sebagai
pembela masyarakat petani yang akan paling terdepan dikorbankan. Menurut pendapat mereka, apapun yang akan dilakukan dalam konferensi
tersebut adalah upaya memperkokoh cengkeramam
kapitalisme yang akan tetap melanggengkan cara-cara penghisapan yang
dibungkus dalih pasar bebas.
Bagaimana
hasil pertemuan dengan Kelompok G33 ? akankah juga hanya sebatas himbauan dan
mohon pengertian kepada yang
Negara-negara penguasa-penguasa
perdagangan international seperti EU dan Amerika?
Tak
sesekali pemerintah melalui Menteri Perdagangan atau Dirjennya menyampaikan
kepada masyarakat “kalau tidak mau perdagangan bebas apakah kalian mau jadi
seperti Korea Utara ?” itulah kalimat yang selalu didengungkan mereka dalam
menanggapi desakan masyarakat atau LSM.
Sementara
kalangan LSM dan gerakan pemerhati perdagangan bebas tak kalah cerdiknya dengan
menunjukkan berbagai contoh suksesnya negara-negara yang tidak secara membabi
buta menerapkan neoliberalisme. Adapun
gambaran tersebut adalah sebagai berikut:
|
| < Prev | Next > |
|---|
Polls
Artikel Populer
>>> |
| Populer Lainnya |
PAST ISSUES
Global Justice Update, Tahun ke-7, Edisi 2, Juni 2009Wednesday, 21 October 2009We Are Apologize, Currently This Artcle Has No Translation On English.
Berapa kali lagi Indonesia harus menjadi tumbal untuk menyelamatkan
krisis bangsa lain? Sejarah mencatat, sepanjang...>>> |
>>> |
INTERNASIONAL
Jeratan Perjanjian Perdagangan BebasSunday, 07 February 2010We Are Apologize, Currently This Artcle Has No Translation On English.
Tahun 2009, boleh dikatakan sebagai tahun...>>> |
G-20 Sepakat Gelontorkan US$ 1,1 TriliunMonday, 26 October 2009We Are Apologize, Currently This Artcle Has No Translation On English.
Para pemimpin dunia dari 20 negara (G-20) sepakat untuk
memperpendek masa resesi ekonomi global dan menyelamatkan...>>> |
NATIONAL
ADB Komitmen Tambah Utang RI Hingga USD 1 MiliarMonday, 26 October 2009We Are Apologize, Currently This Artcle Has No Translation On English.
JAKARTA - Bank
Pembangunan Asia (ADB) berkomitmen menambah utang untuk Indonesia
hingga USD 1 miliar. Dari...>>> |
Indover, Exchange Reserves, and Betrayal on TKIThursday, 13 November 2008
In the last few days, we have
been taken aback by mass media releases that one of Bank Indonesia (BI)
subsidiary operating in Netherlands has been badly affected by the...>>> |







