Home
Fri
10
Sep 2010
Headlines
- 03/06/10: Gotong Royong Dalam Tekanan Rezim Global
- 01/06/10: Apakah Uni Eropa dan ASEAN Bisa Bersatu Melawan Krisis Ekonomi (?)
- 01/06/10: Laporan ASEM Development Conference II –Yogyakarta 26-27 May 2010
- 01/06/10: EU and ASEAN unite efforts against economic crisis
- 01/06/10: Seminar Asean-Europe People Forum-Institute for Global Justice
| G33 Memasukkan Proposal Mengenai SSM |
|
|
|
| Written by Administrator | |
| Monday, 15 February 2010 | |
|
We Are Apologize, Currently This Artcle Has No Translation On English.
Kelompok anggota G33, yang terdiri lebih dari 33 negara
berkembang, telah memasukkan poin-poin pemikiran mereka mengenai kelemahan
skema Special Safeguard Mechanism (SSM), yakni mekanisme di mana negara
berkembang dapat menaikkan tarif dalam kasus serbuan impor atau penurunan harga
pasaran. Indonesia sebagai ketua G33 memasukkan dokumen berjudul Refocusing
Discussions On The Special Safeguard Mechanism (SSM): Outstanding Issues And
Concerns On Its Design And Structure pada akhir Januari lalu.
Kelompok negara G33 memberikan kritik terhadap
perkembangan naskah modalitas terakhir, yakni Naskah Desember 2008, dengan
menyatakan bahwa apa yang sekarang dirundingkan di dalam WTO tidak memotong
distorsi secara signifikan dalam perdagangan barang. Kelompok G33 melihat bahwa
tiadanya pemotongan subsidi negara maju yang efektif dan proteksi negara maju
melalui ‘sensitive products’ merupakan dasar dari pernyataan di atas.
Karena krisis pertanian yang sedang berjalan di negara
berkembang, G33 menekankan pentingnya mekanisme kebijakan, seperti SSM, maupun
investasi domestik yang diberikan kepada petani untuk membantu petani negara
berkembang meningkatkan produktivitas mereka.
Makalah tersebut mengingatkan kembali isu ketahanan
pangan, pengembangan pedesaan, serta mata pencaharian petani sebagai tujuan
utama Putara Doha untuk Pembangunan. Makalah ini juga menekankan konsep SSM
yang seharusnya “spesial”, efektif, dan mudah digunakan justru tidak terdapat
dalam negosiasi pertanian yang disebut Teks Desember.
Sejak Mei 2008, teks SSM telah didiskusikan, di mana
penekanannya lebih banyak pada volume trigger sebagai ukuran yang menentukan
sebuah negara telah terkena serbuan impor. Volume trigger adalah ukuran
kenaikan volume impor suatu barang dilihat dari rata-rata volume impor barang
di negara itu 3 tahun sebelumnya.
Tawaran G33 ini direspon secara reaktif oleh kelompok
negara lain, yakni Uni Eropa yang meningkatkan ekspor gula yang disubsidi
dengan tinggi oleh EU dengan menambahkan 576,500 ton lebih dari yang diijinkan
di bawah komitmen WTO. Selain gula, produk susu EU yang melakukan dumping juga
membanjiri pasaran. Respon negatif terhadap proposal ini juga ditunjukkan AS
dengan memperluas ekspor kapas yang disubsidi secara tinggi. Retaliasi
Proposal G33 ini memasukkan unsur “musim” untuk
produk-produk pertanian musiman dan juga penghapusan prinsip cross check yang
menghapuskan prinsip bahwa negara anggota harus mengecek setiap indikator
untuk menentukan apakah sebuah produk dapat disebut dalam keadaan serbuan
impor atau tidak. Jika terpenuhi keduanya, volume trigger dan price trigger, baru
kemudian SSM dapat diterapkan. Sedangkan, di proposal yang baru, baik volume
trigger dan price trigger dapat digunakan secara terpisah untuk menentukan
apakah sebuah produk disebut mengalami serbuan impor atau tidak. Satu indikator
telah cukup untuk menyatakan negara tersebut terkena serbuan impor. Price
trigger adalah ukuran penurunan harga dilihat dari penurunan rata -rata harga
produk tiga bulan sebelumnya. Hasil penelitian IGJ juga menunjukkan salah satu
indikator dapat melemahkan indikator lainnya untuk menentukan kondisi serbuan
impor, bahaya jika kedua indikator tersebut harus dipenuhi untuk menunjukkan
bahwa sebuah negara dapat memakai instrumen SSM. (Herjuno)
Sumber : Shefali Sharma, G33 Takes Offensive in WTO Battle
on SSM, SUNS 12 Februari 2010 ; ICTSD, G33 Proposal on SSM - Outstanding
Issues and Concerns on its Design and Structure, 28 Januari 2010.
|
| < Prev | Next > |
|---|
Polls
Artikel Populer
>>> |
| Populer Lainnya |
PAST ISSUES
Global Justice Update, Tahun ke-7, Edisi 2, Juni 2009Wednesday, 21 October 2009We Are Apologize, Currently This Artcle Has No Translation On English.
Berapa kali lagi Indonesia harus menjadi tumbal untuk menyelamatkan
krisis bangsa lain? Sejarah mencatat, sepanjang...>>> |
>>> |
INTERNASIONAL
Jeratan Perjanjian Perdagangan BebasSunday, 07 February 2010We Are Apologize, Currently This Artcle Has No Translation On English.
Tahun 2009, boleh dikatakan sebagai tahun...>>> |
G-20 Sepakat Gelontorkan US$ 1,1 TriliunMonday, 26 October 2009We Are Apologize, Currently This Artcle Has No Translation On English.
Para pemimpin dunia dari 20 negara (G-20) sepakat untuk
memperpendek masa resesi ekonomi global dan menyelamatkan...>>> |
NATIONAL
>>> |
Indonesia Eksportir Sawit Terbesar di Dunia ; Masyarakat Petani Sawit DimiskinkanMonday, 26 October 2009We Are Apologize, Currently This Artcle Has No Translation On English.
Meski Indonesia
merupakan negara pengekspor CPO (Crude Palm Oil) terbesar di dunia, akan tetapi
pendapatan...>>> |







