| Maret, Putaran Doha Berusaha Dihidupkan Kembali ? |
|
|
|
| Written by Administrator | |
| Monday, 15 February 2010 | |
|
We Are Apologize, Currently This Artcle Has No Translation On English.
Di akhir bulan Maret 2010, anggota WTO menentukan apakah
Putaran Doha dapat disimpulkan pada tahun ini atau tidak. Melihat deadlock
karena perbedaan yang substantif dalam isu pertanian dan akses pasar
non-pertanian (NAMA), banyak pengamat mengatakan Putaran Doha belum akan
disimpulkan.
Stock-taking, atau upaya penghidupan kembali perundingan
WTO, dinilai masih belum jelas. Direktur WTO Pascal Lamy mengatakan pada Dewan
Umum pada tanggal 17 Desember 2009 bahwa Lamy akan membuka format perundingan
yang terbuka dan membatasi pada konten yang dimaksud (yang masih bermasalah), sembari
terus memberikan dorongan bahwa perundingan ini penting untuk melihat apakah
pada tahun 2010 perundingan dapat disimpulkan.
Perundingan WTO memang sebuah perundingan yang rumit karena
asas single undertaking dalam WTO yakni sebuah kesepakatan belum akan menjadi
final sebelum semua kesepakatan yang ada juga sudah final. Isu perundingan yang
saling terkait membuat anggota tarik menarik isu-isu yang saling dirundingkan.
Kerumitan kedua karena banyaknya agenda yang menjadi kluster WTO, karena WTO
mengatur semua aspek kehidupan yang akan “didagangkan”, bahkan zat hayati pun
didagangkan, seperti benih atau zat biogenetik.
Beberapa pilihan tengah dipertimbangkan oleh anggota WTO.
Hal yang paling ambisius adalah pertemuan menteri di Genewa, namun hal ini dianggap
tidak perlu. Pilihan yang lebih realistis adalah Ketua Perundingan Pertanian
dan NAMA akan memproduksi tinjauan atau sebagian teks yang memperkuat teks
terakhir Desember 2008. Apapun yang dihasilkan dari perundingan awal akan
menjadi masukan bagi pertemuan G20 di Toronto bulan Juni 2010 mendatang.
Pascal Lamy mengatakan ada kombinasi dau elemen yang
diperlukan agar Putaran Doha dapat dihidupkan kembali pada akhir Maret 2010.
Pertama, anggota perlu untuk mengintensifkan kembali pertemuan bilateral, trilateral,
atau quadrilateral yang dimulai pada 2010 sehingga ada hasil yang bisa dibadi
dengan anggota lain dalam proses multilateral. Kedua, semua Ketua Negosiasi
menjadwalkan semua kegiatan yang dimulai dari akhir Januari dan berjalan sampai
Maret. Ketiga, pertemuan Senior Official di Jenewa harus dilanjutkan, dimulai
pada tanggal 15 Februari 2010 dan berakhir pada 22 Maret 2010. Sayangnya,
optimisme Lamy ini masih harus ditinjau lagi karena negara berkembang,
dipelopori Argentina dan Brazil, juga berupaya untuk menghidupkan blok Global
System of Trade Preferences among Developing Countries (GSTP) yang merupakan
bentuk perdagangan Selatan-Selatan. Walaupun dalam upaya riil, GSTP ini belum
konkrit, namun dalam konteks politik dan diplomasi, keberadaan GSTP ini mampu
menjadi blok yang akan memperjuangkan agenda negara berkembang. (Herjuno)
Sumber : ICTSD, Doha Round Stock-taking Looms in March,
Februari 2010 ; Kanaga Raja, Lamy suggests Doha stocktaking for March End, SUNS
9 Desember 2009.
|
| < Prev | Next > |
|---|
PAST ISSUES
Global Justice Update, Tahun ke-7, Edisi 2, Juni 2009Wednesday, 21 October 2009We Are Apologize, Currently This Artcle Has No Translation On English.
Berapa kali lagi Indonesia harus menjadi tumbal untuk menyelamatkan
krisis bangsa lain? Sejarah mencatat, sepanjang...>>> |
>>> |
INTERNASIONAL
Jeratan Perjanjian Perdagangan BebasSunday, 07 February 2010We Are Apologize, Currently This Artcle Has No Translation On English.
Tahun 2009, boleh dikatakan sebagai tahun...>>> |
G-20 Sepakat Gelontorkan US$ 1,1 TriliunMonday, 26 October 2009We Are Apologize, Currently This Artcle Has No Translation On English.
Para pemimpin dunia dari 20 negara (G-20) sepakat untuk
memperpendek masa resesi ekonomi global dan menyelamatkan...>>> |
NATIONAL
ADB Komitmen Tambah Utang RI Hingga USD 1 MiliarMonday, 26 October 2009We Are Apologize, Currently This Artcle Has No Translation On English.
JAKARTA - Bank
Pembangunan Asia (ADB) berkomitmen menambah utang untuk Indonesia
hingga USD 1 miliar. Dari...>>> |
Indover, Exchange Reserves, and Betrayal on TKIThursday, 13 November 2008
In the last few days, we have
been taken aback by mass media releases that one of Bank Indonesia (BI)
subsidiary operating in Netherlands has been badly affected by the...>>> |







