Home
IGJ Update
Statements
Siaran Pers
IGJ Update
Statements
Siaran Pers
Thu
09
Sep 2010
| Siaran Pers |
|
|
|
| Written by Administrator | |
| Monday, 19 April 2010 | |
|
We Are Apologize, Currently This Artcle Has No Translation On English.
Siaran Pers
TOLAK
KENAIKAN HET PUPUK, NAIKKAN HPP 20%
DAN
TOLAK KRIMINALISASI PETANI
Rabu, 14 April 2010,
Jakarta. Hari ini puluhan masyarakat
yang tergabung dalam Solidaritas
Masyarakat Untuk Petani (SMuP) yang terdiri dari
Aliansi Petani Indonesia (API), Institute for Global Justice (IGJ),
Indonesian Human Rights Committee for Social Justice (IHCS), Solidaritas
Anak Jalanan Untuk Demokrasi (SALUD) dan Front
Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) melakukan
Aksi Damai dalam bentuk teatrikal dan seni instalasi dalam rangka
menyikapi naiknya harga pupuk, rendahnya Harga Pembelian Pemerintah
terhadap gabah dan beras serta solidaritas atas kriminalisasi petani
pemulia benih (Bapak Kunoto) di Kediri. Aksi ini dilakukan
di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat.
Pemerintah melalui Kementerian Pertanian menaikan
Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi yang mulai berlaku Jumat,
09 April 2010. Kenaikan itu telah ditetapkan melalui Peraturan Menteri
Pertanian (Permentan) No.32 Tahun 2010 dan akan diaplikasikan di seluruh
wilayah Indonesia. Kebijakan ini harus ditolak karena secara filosofis,
kebijakan ini berlawanan dengan kewajiban pemerintah untuk melindungi
rakyatnya,. Pemerintah telah mengurangi alokasi anggaran untuk subsidi
pupuk yang berdampak kepada kenaikan HET pupuk. Dalam hal ini petani
dibiarkan bertarung dengan pasar tanpa perlindungan dari pemerintah.
Pada sisi lain, pemerintah selama ini tidak melindungi petani
dalam proses penentuan harga panen, secara umum penentuan harga
ditentukan melalui mekanisme pasar. Walaupun ada
Kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk
gabah dan beras, tetapi kebijakan ini belum mampu melindungi petani dari
jatuhnya harga saat panen raya
Fakta lain tentang kebijakan yang
tidak melindungi petani adalah Sejak 2005 hingga sekarang puluhan petani
yang mampu menangkarkan benih jagung (pemulia benih) di kediri dan
sekitarnya dikriminalisasi oleh kepolisian dengan alasan belum
sertifikasi, bahkan dituduh pemalsuan Merek Bisi. Kasus terbaru adalah Kunoto alias Kuncoro, seorang petani pemulia benih jagung
yang merupakan anggota Bina Tani Makmur dari Dusun Besuk Desa Toyoresmi
Kecamatan Ngasem Kediri Jawa Timur harus mendekam di penjara setelah
ditangkap secara tidak sah oleh kepolisian pada tanggal 16 Januari 2010
dengan tuduhan telah melakukan pemalsuan Merk Bisi dan dijerat dengan
pasal 60 dan 61 UU No 12 tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman.
Hasil Investigasi Aliansi Petani Indonesia (API), pak
Kunoto hanya seorang petani yang menangkarkan benih dan menjual jagung
curah hasil penangkaran tersebut tanpa menggunakan Merk Bisi. Dengan
demikian, sudah seharusnya pemerintah sebagai pelindung rakyat
menghentikan tindakan kriminalisasi terhadap petani pemulia benih dan
segera membebaskan Kunoto alias Kuncoro dari Penjara.
|
| < Prev | Next > |
|---|
PAST ISSUES
Global Justice Update, Tahun ke-7, Edisi 2, Juni 2009Wednesday, 21 October 2009We Are Apologize, Currently This Artcle Has No Translation On English.
Berapa kali lagi Indonesia harus menjadi tumbal untuk menyelamatkan
krisis bangsa lain? Sejarah mencatat, sepanjang...>>> |
>>> |
INTERNASIONAL
Jeratan Perjanjian Perdagangan BebasSunday, 07 February 2010We Are Apologize, Currently This Artcle Has No Translation On English.
Tahun 2009, boleh dikatakan sebagai tahun...>>> |
G-20 Sepakat Gelontorkan US$ 1,1 TriliunMonday, 26 October 2009We Are Apologize, Currently This Artcle Has No Translation On English.
Para pemimpin dunia dari 20 negara (G-20) sepakat untuk
memperpendek masa resesi ekonomi global dan menyelamatkan...>>> |
NATIONAL
ADB Komitmen Tambah Utang RI Hingga USD 1 MiliarMonday, 26 October 2009We Are Apologize, Currently This Artcle Has No Translation On English.
JAKARTA - Bank
Pembangunan Asia (ADB) berkomitmen menambah utang untuk Indonesia
hingga USD 1 miliar. Dari...>>> |
Bank Dunia Menambah Investasi dalam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat di IndonesiaMonday, 26 October 2009We Are Apologize, Currently This Artcle Has No Translation On English.
Direksi
Eksekutif Bank Dunia menyetujui pembiayaan baru untuk meningkatkan...>>> |







