Home arrow Gallery Media arrow Video Gallery
Thu 09 Sep 2010
  • English
  • Bahasa Indonesia
 
 
 
 
   
 
 

Latest


 
 
 
 
"Benih Kami Kedaulatan Kami" merupakan film dokumenter kolaborasi Institute for Global Justice dengan Aliansi Petani Indonesia. Perseteruan para petani dengan perusahaan benih di Kediri (Jawa Timur) yang tersaji dalam film ini menampilkan wajah nyata globalisasi dalam sektor pertanian. Para petani yang berupaya membudidayakan benih jagung diseret ke penjara karena tuduhan memalsukan benih dari perusahaan yang dipatenkan. "Benih Kami Kedaulatan Kami" (Our Seeds Our Soverignity) is a collaborative documentary film of Institute for Global Justice (IGJ) with Indonesian Peasant Alliance (API). The dispute between the farmers in Kediri (East Java) perform the real fact of globalisation in agricultural sector. The farmers who created artificial-seeds were dragged and put in jail for a seeds hoax of the patented seeds. [More] [Less]
Date: 15 April 2009
Category: Produksi IGJ
 
 
 
 
 
 
 
"Benih Kami Kedaulatan Kami" merupakan film dokumenter kolaborasi Institute for Global Justice dengan Aliansi Petani Indonesia. Perseteruan para petani dengan perusahaan benih di Kediri (Jawa Timur) yang tersaji dalam film ini menampilkan wajah nyata globalisasi dalam sektor pertanian. Para petani yang berupaya membudidayakan benih jagung diseret ke penjara karena tuduhan memalsukan benih dari perusahaan yang dipatenkan. "Benih Kami Kedaulatan Kami" (Our Seeds Our Soverignity) is a collaborative documentary film of Institute for Global Justice (IGJ) with Indonesian Peasant Alliance (API). The dispute between the farmers in Kediri (East Java) perform the real fact of globalisation in agricultural sector. The farmers who created artificial-seeds were dragged and put in jail for a seeds hoax of the patented seeds. [More] [Less]
Date: 15 April 2009
Category: Produksi IGJ
 
 
 
 
 
 
 
Ketidak adilan di WTO telah memicu resistensi berbagai elemen masyarakat sipil pada KTM WTO di Hong Kong 11-18 Desember 2005 lalu. Bagi gerakan keadilan global, KTM WTO kali ini, menjadi momen yang teramat penting guna mencegah kesepakatan yang akan dipaksakan oleh Negara-negara maju/kaya terhadap Negara-negara berkembang/miskin. Belasan ribu orang dari berbagai elemen masyarakat sipil internasional hadir di Hong Kong, termasuk keikutsertaan 134 aktivis Indonesia dari kalangan Ornop/LSM, serikat petani, mahasiswa, seniman/artis, jurnalis Dan organisasi masyarakat lainnya. Keikutsertaan sejumlah organisasi buruh migrant Indonesia (BMI) dari 94.000 TKI yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Hong Kong, menjadi kekuatan amat penting dalam perjuangan menentang kesepakatan di konperensi WTO. Film ini mencoba mendokumentasikan perlawanan yang tidak pernah surut terhadap kesewenangan Negara maju melalui WTO pada sidang KTMnya yang ke VI di Hong Kong Desember 2005 lalu. [More] [Less]
Date: 14 April 2009
Category: Produksi IGJ
 
 
 
 
 
 
 
Ketidak adilan di WTO telah memicu resistensi berbagai elemen masyarakat sipil pada KTM WTO di Hong Kong 11-18 Desember 2005 lalu. Bagi gerakan keadilan global, KTM WTO kali ini, menjadi momen yang teramat penting guna mencegah kesepakatan yang akan dipaksakan oleh Negara-negara maju/kaya terhadap Negara-negara berkembang/miskin. Belasan ribu orang dari berbagai elemen masyarakat sipil internasional hadir di Hong Kong, termasuk keikutsertaan 134 aktivis Indonesia dari kalangan Ornop/LSM, serikat petani, mahasiswa, seniman/artis, jurnalis Dan organisasi masyarakat lainnya. Keikutsertaan sejumlah organisasi buruh migrant Indonesia (BMI) dari 94.000 TKI yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Hong Kong, menjadi kekuatan amat penting dalam perjuangan menentang kesepakatan di konperensi WTO. Film ini mencoba mendokumentasikan perlawanan yang tidak pernah surut terhadap kesewenangan Negara maju melalui WTO pada sidang KTMnya yang ke VI di Hong Kong Desember 2005 lalu. Eksekutif produser : Bonnie Setiawan Produser : Amalia Pulungan Sutradara/kamera : Chandra Tanzil Editor : Adi Nugroho Produksi : Institute for Global Justice Bahasa : Indonesia Durasi : 43 menit Versi : VCD Dan DVD Tahun : 2006 [More] [Less]
Date: 14 April 2009
Category: Produksi IGJ
 
 
 
 
 
 
 
Ketidak adilan di WTO telah memicu resistensi berbagai elemen masyarakat sipil pada KTM WTO di Hong Kong 11-18 Desember 2005 lalu. Bagi gerakan keadilan global, KTM WTO kali ini, menjadi momen yang teramat penting guna mencegah kesepakatan yang akan dipaksakan oleh Negara-negara maju/kaya terhadap Negara-negara berkembang/miskin. Belasan ribu orang dari berbagai elemen masyarakat sipil internasional hadir di Hong Kong, termasuk keikutsertaan 134 aktivis Indonesia dari kalangan Ornop/LSM, serikat petani, mahasiswa, seniman/artis, jurnalis Dan organisasi masyarakat lainnya. Keikutsertaan sejumlah organisasi buruh migrant Indonesia (BMI) dari 94.000 TKI yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Hong Kong, menjadi kekuatan amat penting dalam perjuangan menentang kesepakatan di konperensi WTO. Film ini mencoba mendokumentasikan perlawanan yang tidak pernah surut terhadap kesewenangan Negara maju melalui WTO pada sidang KTMnya yang ke VI di Hong Kong Desember 2005 lalu. [More] [Less]
Date: 14 April 2009
Category:
 
 
 
 
 
 
 
Ketidak adilan di WTO telah memicu resistensi berbagai elemen masyarakat sipil pada KTM WTO di Hong Kong 11-18 Desember 2005 lalu. Bagi gerakan keadilan global, KTM WTO kali ini, menjadi momen yang teramat penting guna mencegah kesepakatan yang akan dipaksakan oleh Negara-negara maju/kaya terhadap Negara-negara berkembang/miskin. Belasan ribu orang dari berbagai elemen masyarakat sipil internasional hadir di Hong Kong, termasuk keikutsertaan 134 aktivis Indonesia dari kalangan Ornop/LSM, serikat petani, mahasiswa, seniman/artis, jurnalis Dan organisasi masyarakat lainnya. Keikutsertaan sejumlah organisasi buruh migrant Indonesia (BMI) dari 94.000 TKI yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Hong Kong, menjadi kekuatan amat penting dalam perjuangan menentang kesepakatan di konperensi WTO. Film ini mencoba mendokumentasikan perlawanan yang tidak pernah surut terhadap kesewenangan Negara maju melalui WTO pada sidang KTMnya yang ke VI di Hong Kong Desember 2005 lalu. [More] [Less]
Date: 14 April 2009
Category:
 
 
 
 
 
 
 
Ketidak adilan di WTO telah memicu resistensi berbagai elemen masyarakat sipil pada KTM WTO di Hong Kong 11-18 Desember 2005 lalu. Bagi gerakan keadilan global, KTM WTO kali ini, menjadi momen yang teramat penting guna mencegah kesepakatan yang akan dipaksakan oleh Negara-negara maju/kaya terhadap Negara-negara berkembang/miskin. Belasan ribu orang dari berbagai elemen masyarakat sipil internasional hadir di Hong Kong, termasuk keikutsertaan 134 aktivis Indonesia dari kalangan Ornop/LSM, serikat petani, mahasiswa, seniman/artis, jurnalis Dan organisasi masyarakat lainnya. Keikutsertaan sejumlah organisasi buruh migrant Indonesia (BMI) dari 94.000 TKI yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Hong Kong, menjadi kekuatan amat penting dalam perjuangan menentang kesepakatan di konperensi WTO. Film ini mencoba mendokumentasikan perlawanan yang tidak pernah surut terhadap kesewenangan Negara maju melalui WTO pada sidang KTMnya yang ke VI di Hong Kong Desember 2005 lalu. [More] [Less]
Date: 14 April 2009
Category:
 
 
 
 
 
 
 
Insitute for Global Justice presents: Global Justice Award 2008 untuk Prof. Dr. Sri Edi Swasono dan ABM (Aliansi Buruh Menggugat) dan ASEAN People\'s Integration Oppie Andaresta/Sanggar Matahari/Gentra Kaheman/Jess Santiago/Widagdo&Budi Priok Seminar Acara Liberalisasi Ekonomi: Free Trade Agreements di ASEAN Dr. Hendri Saparini (ECONIT), Dr. Syamsul Hadi (FISIP UI), Tejo Pramono (SPI) Moderator: Bonnie Setiawan Sarasehan: People\'s Cultural Integration Dr. Burhan Magenda (FISIP UI), Revitriyoso Husodo (IGJ), Moderator: Ponny Anggoro [More] [Less]
Date: 07 April 2009
Category:
 
 
 

Most Viewed


 
 
 
 
Date: 15 December 2008
Category: Produksi IGJ
 
 
 
 
 
 
 
"Benih Kami Kedaulatan Kami" merupakan film dokumenter kolaborasi Institute for Global Justice dengan Aliansi Petani Indonesia. Perseteruan para petani dengan perusahaan benih di Kediri (Jawa Timur) yang tersaji dalam film ini menampilkan wajah nyata globalisasi dalam sektor pertanian. Para petani yang berupaya membudidayakan benih jagung diseret ke penjara karena tuduhan memalsukan benih dari perusahaan yang dipatenkan. "Benih Kami Kedaulatan Kami" (Our Seeds Our Soverignity) is a collaborative documentary film of Institute for Global Justice (IGJ) with Indonesian Peasant Alliance (API). The dispute between the farmers in Kediri (East Java) perform the real fact of globalisation in agricultural sector. The farmers who created artificial-seeds were dragged and put in jail for a seeds hoax of the patented seeds. [More] [Less]
Date: 15 April 2009
Category: Produksi IGJ
 
 
 
 
 
 
 
Ketidak adilan di WTO telah memicu resistensi berbagai elemen masyarakat sipil pada KTM WTO di Hong Kong 11-18 Desember 2005 lalu. Bagi gerakan keadilan global, KTM WTO kali ini, menjadi momen yang teramat penting guna mencegah kesepakatan yang akan dipaksakan oleh Negara-negara maju/kaya terhadap Negara-negara berkembang/miskin. Belasan ribu orang dari berbagai elemen masyarakat sipil internasional hadir di Hong Kong, termasuk keikutsertaan 134 aktivis Indonesia dari kalangan Ornop/LSM, serikat petani, mahasiswa, seniman/artis, jurnalis Dan organisasi masyarakat lainnya. Keikutsertaan sejumlah organisasi buruh migrant Indonesia (BMI) dari 94.000 TKI yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Hong Kong, menjadi kekuatan amat penting dalam perjuangan menentang kesepakatan di konperensi WTO. Film ini mencoba mendokumentasikan perlawanan yang tidak pernah surut terhadap kesewenangan Negara maju melalui WTO pada sidang KTMnya yang ke VI di Hong Kong Desember 2005 lalu. [More] [Less]
Date: 14 April 2009
Category:
 
 
 
 
 
 
 
Ketidak adilan di WTO telah memicu resistensi berbagai elemen masyarakat sipil pada KTM WTO di Hong Kong 11-18 Desember 2005 lalu. Bagi gerakan keadilan global, KTM WTO kali ini, menjadi momen yang teramat penting guna mencegah kesepakatan yang akan dipaksakan oleh Negara-negara maju/kaya terhadap Negara-negara berkembang/miskin. Belasan ribu orang dari berbagai elemen masyarakat sipil internasional hadir di Hong Kong, termasuk keikutsertaan 134 aktivis Indonesia dari kalangan Ornop/LSM, serikat petani, mahasiswa, seniman/artis, jurnalis Dan organisasi masyarakat lainnya. Keikutsertaan sejumlah organisasi buruh migrant Indonesia (BMI) dari 94.000 TKI yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Hong Kong, menjadi kekuatan amat penting dalam perjuangan menentang kesepakatan di konperensi WTO. Film ini mencoba mendokumentasikan perlawanan yang tidak pernah surut terhadap kesewenangan Negara maju melalui WTO pada sidang KTMnya yang ke VI di Hong Kong Desember 2005 lalu. [More] [Less]
Date: 14 April 2009
Category: Produksi IGJ
 
 
 
 
 
 
 
Insitute for Global Justice presents: Global Justice Award 2008 untuk Prof. Dr. Sri Edi Swasono dan ABM (Aliansi Buruh Menggugat) dan ASEAN People\'s Integration Oppie Andaresta/Sanggar Matahari/Gentra Kaheman/Jess Santiago/Widagdo&Budi Priok Seminar Acara Liberalisasi Ekonomi: Free Trade Agreements di ASEAN Dr. Hendri Saparini (ECONIT), Dr. Syamsul Hadi (FISIP UI), Tejo Pramono (SPI) Moderator: Bonnie Setiawan Sarasehan: People\'s Cultural Integration Dr. Burhan Magenda (FISIP UI), Revitriyoso Husodo (IGJ), Moderator: Ponny Anggoro [More] [Less]
Date: 07 April 2009
Category:
 
 
 
 
 
 
 
"Benih Kami Kedaulatan Kami" merupakan film dokumenter kolaborasi Institute for Global Justice dengan Aliansi Petani Indonesia. Perseteruan para petani dengan perusahaan benih di Kediri (Jawa Timur) yang tersaji dalam film ini menampilkan wajah nyata globalisasi dalam sektor pertanian. Para petani yang berupaya membudidayakan benih jagung diseret ke penjara karena tuduhan memalsukan benih dari perusahaan yang dipatenkan. "Benih Kami Kedaulatan Kami" (Our Seeds Our Soverignity) is a collaborative documentary film of Institute for Global Justice (IGJ) with Indonesian Peasant Alliance (API). The dispute between the farmers in Kediri (East Java) perform the real fact of globalisation in agricultural sector. The farmers who created artificial-seeds were dragged and put in jail for a seeds hoax of the patented seeds. [More] [Less]
Date: 15 April 2009
Category: Produksi IGJ
 
 
 
 
 
 
 
Ketidak adilan di WTO telah memicu resistensi berbagai elemen masyarakat sipil pada KTM WTO di Hong Kong 11-18 Desember 2005 lalu. Bagi gerakan keadilan global, KTM WTO kali ini, menjadi momen yang teramat penting guna mencegah kesepakatan yang akan dipaksakan oleh Negara-negara maju/kaya terhadap Negara-negara berkembang/miskin. Belasan ribu orang dari berbagai elemen masyarakat sipil internasional hadir di Hong Kong, termasuk keikutsertaan 134 aktivis Indonesia dari kalangan Ornop/LSM, serikat petani, mahasiswa, seniman/artis, jurnalis Dan organisasi masyarakat lainnya. Keikutsertaan sejumlah organisasi buruh migrant Indonesia (BMI) dari 94.000 TKI yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Hong Kong, menjadi kekuatan amat penting dalam perjuangan menentang kesepakatan di konperensi WTO. Film ini mencoba mendokumentasikan perlawanan yang tidak pernah surut terhadap kesewenangan Negara maju melalui WTO pada sidang KTMnya yang ke VI di Hong Kong Desember 2005 lalu. Eksekutif produser : Bonnie Setiawan Produser : Amalia Pulungan Sutradara/kamera : Chandra Tanzil Editor : Adi Nugroho Produksi : Institute for Global Justice Bahasa : Indonesia Durasi : 43 menit Versi : VCD Dan DVD Tahun : 2006 [More] [Less]
Date: 14 April 2009
Category: Produksi IGJ
 
 
 
 
 
 
 
Ketidak adilan di WTO telah memicu resistensi berbagai elemen masyarakat sipil pada KTM WTO di Hong Kong 11-18 Desember 2005 lalu. Bagi gerakan keadilan global, KTM WTO kali ini, menjadi momen yang teramat penting guna mencegah kesepakatan yang akan dipaksakan oleh Negara-negara maju/kaya terhadap Negara-negara berkembang/miskin. Belasan ribu orang dari berbagai elemen masyarakat sipil internasional hadir di Hong Kong, termasuk keikutsertaan 134 aktivis Indonesia dari kalangan Ornop/LSM, serikat petani, mahasiswa, seniman/artis, jurnalis Dan organisasi masyarakat lainnya. Keikutsertaan sejumlah organisasi buruh migrant Indonesia (BMI) dari 94.000 TKI yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Hong Kong, menjadi kekuatan amat penting dalam perjuangan menentang kesepakatan di konperensi WTO. Film ini mencoba mendokumentasikan perlawanan yang tidak pernah surut terhadap kesewenangan Negara maju melalui WTO pada sidang KTMnya yang ke VI di Hong Kong Desember 2005 lalu. [More] [Less]
Date: 14 April 2009
Category:
 
 
 

Highest Rated


 
 
 
 
Date: 15 December 2008
Category: Produksi IGJ
 
 
 

Featured


Categories


PAST ISSUES

article imageGlobal Justice Update, Tahun ke-7, Edisi 2, Juni 2009

Wednesday, 21 October 2009

We Are Apologize, Currently This Artcle Has No Translation On English. Berapa kali lagi Indonesia harus menjadi tumbal untuk menyelamatkan krisis bangsa lain? Sejarah mencatat, sepanjang...
>>>

article thumbnailGlobal Justice Update, Tahun ke-7, Edisi Khusus 2009

Thursday, 09 July 2009

We Are Apologize, Currently This Artcle Has No Translation On English. Neoliberalisme adalah mimpi buruk bagi kedaulatan negeri ini! Tak ada kemakmuran apalagi keadilan yang bisa...
>>>

INTERNASIONAL

article imageJeratan Perjanjian Perdagangan Bebas

Sunday, 07 February 2010

We Are Apologize, Currently This Artcle Has No Translation On English.   Tahun 2009, boleh dikatakan sebagai tahun...
>>>

article imageG-20 Sepakat Gelontorkan US$ 1,1 Triliun

Monday, 26 October 2009

We Are Apologize, Currently This Artcle Has No Translation On English. Para pemimpin dunia dari 20 negara (G-20) sepakat untuk memperpendek masa resesi ekonomi global dan menyelamatkan...
>>>

NATIONAL

article thumbnailMenggugat Perjanjian Kerjasama ASEAN-China

Thursday, 04 February 2010

We Are Apologize, Currently This Artcle Has No Translation On English. Belakangan ini pemerintah terlihat sangat agresif dalam mendorong perjanjian...
>>>

article imageIndover, Exchange Reserves, and Betrayal on TKI

Thursday, 13 November 2008

  In the last few days, we have been taken aback by mass media releases that one of Bank Indonesia (BI) subsidiary operating in Netherlands has been badly affected by the...
>>>